Catat, Tips Wisata di Bali Saat Galungan dan Kuningan

Februari 23, 2020
Uncategorized

Saat perayaan Hari Raya Galungan dan Hari Raya Kuningan, pura di Bali akan dipenuhi oleh umat Hindu.

Melihat hal ini, berkunjung ke Bali saat hari perayaan tersebut mungkin akan terkesan menarik. Sebab, kamu bisa memotret beberapa aktivitas yang dilakukan oleh umat Hindu Bali saat merayakan Galungan dan Kuningan di pura.

Meski begitu, kamu perlu ingat bahwa kegiatan tersebut bersifat keagamaan. Jika ingin berkunjung dan memotret perayaan Galungan dan Kuningan di pura Bali, ada baiknya kamu tetap mematuhi peraturan yang ada.

Cari kenalan orang Bali

Jika kamu memiliki kenalan orang Bali, kamu akan cenderung lebih mudah untuk masuk ke dalam pura karena diajak ikut bersembahyang bersama dengan keluarga.

Apabila kamu tidak punya kenalan orang Bali, kamu bisa coba berkenalan dengan warga lokal yang kamu temui. Mungkin dia akan mengajakmu melakukan wisata budaya di kampung halamannya dan berkunjung ke pura tempat dia bersembahyang.

Berteman dengan orang Bali akan memudahkanmu untuk lebih memahami tradisi dan ritual Hari Raya Galungan dan Hari Raya Kuningan. Dengan begitu, kamu tidak hanya datang untuk berwisata tetapi juga belajar budaya Bali.

Datangi pura yang tidak di destinasi wisata

Bali memiliki banyak pura sehingga sebutan Pulau Seribu Pura sering disematkan ke pulau tersebut. Meski begitu, ada baiknya kamu mengunjungi pura di daerah yang minim turis.

Sebab, kamu akan lebih leluasa melihat dan menikmati aneka ritual masyarakat setempat maupun pertunjukan kesenian yang dilakukan dalam pura untuk merayakan Galungan dan Kuningan.

Kamu juga akan lebih bebas mempelajari budaya Bali di sana. Beberapa tempat pura yang bisa kamu kunjungi adalah Pura Petilan di Desa Kesiman, Denpasar.

Di sana, kamu bisa melihat upacara Pengerebongan yang menghadirkan tradisi ngurek. Kamu juga bisa ke Pura Sakenan di Pulau Sarengan.

Jaga sopan santun

Wisata ke pura cenderung menyenangkan. Meski pura kerap dijadikan sebagai tempat wisata oleh pelancong, perlu diingat bahwa pura adalah tempat untuk beribadah.

Menjaga sopan santun adalah kunci utama saat berkunjung ke pura. Tidak hanya untuk menyaksikan perayaan keagamaan, tetapi juga di hari-hari biasa.

Sebelum memasuki pura, ada baiknya kamu bertanya dulu kepada umat atau penjaga pura apakah kamu boleh masuk atau tidak. Jika diperbolehkan, jangan lupa untuk lepas alas kaki dan tidak lewat depan umat yang sedang sembahyang dan tetap berada di deretan baris paling belakang.

Jika kamu sedang haid saat berlibur ke Bali, sebaiknya kamu urungkan niat untuk berkunjung ke pura. Sebab, kamu tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam pura demi menjaga kesucian tempat ibadah.

Gunakan pakaian tertutup

Sebagai tempat ibadah, pura memiliki aturan sendiri terkait pakaian yang pantas dikenakan saat berkunjung. Pertama, kamu tidak boleh menggunakan celana atau rok pendek dan pakaian terbuka.

Selanjutnya, gunakan kain dan senteng saat masuk ke dalam pura. Senteng adalah kain semacam selendang yang dililitkan di pinggang. Untuk laki-laki, kamu bisa memakai udeng, kain saput, dan atasan kemeja.

Demi memaksimalkan pengalaman saat berkunjung ke pura Bali di tengah perayaan Galungan dan Kuningan, mungkin kamu bisa kenakan pakaian tradisional Bali agar wisaat budaya semakin mengasyikkan. Aneka kebaya jadi bisa kamu beli di Jalan Sulawesi, Denpasar atau di Pasar Badung, Denpasar.

Jangan sentuh sesajen

Mungkin kamu akan kagum melihat berbagai macam sesajen yang ada di pura selama upacara keagamaan berlangsung. Namun, kamu tidak boleh menyentuh, memainkan, dan mengambil sesajen tersebut.

Sebab, sesajen dalam upacara keagamaan umat Hindu ditujukan pada Sang Hyang Widhi Wasa atas ungkapan kemakmuran dan kesejahteraan.

Memotret boleh asal tidak terlalu dekat

Seluruh momen upacara perayaan Galungan dan Kuningan sangat menarik untuk diabadikan melalui kamera digital maupun ponsel.

Perlu diingat kembali bahwa umat Hindu yang berada di pura saat itu sedang beribadah. Jika ingin mengabadikan momen, kamu tidak perlu memotret terlalu dekat sehingga mengganggu upacara keagamaan.

Kamu bisa abadikan momen dari jarak jauh dengan menggunakan lensa jarak jauh/tele. Hari Raya Galungan adalah perayaan besar bagi umat Hindu di Bali. Sebab, Galungan dirayakan sebagai perayaan kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan).

Berdasarkan kalender Bali, Galungan dirayakan setiap enam bulan sekali pada hari Rabu. Galungan juga erat dengan Hari Raya Kuningan. Sebab, jarak antar kedua perayaan tersebut hanya 10 hari saja. Hari Raya Kuningan juga dianggap sebagai penutup perayaan Galungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *